Petir itu akhirnya saling menyambar juga
Dari awan yang tak mendung
Kemudian langit hadirkan hujannya yang teramat deras
Lalu awan yang cerah mulai gelap
Gelegar petir kian pekakkan telinga
Kilatnya begitu menyilaukan mata
Dan hujan terus banjiri tanah yang kerontang
Bagaikan bom yang meledakkan segelintir impian
Panas apinya makin menyengat
Asapnya mencekat kata dan nafas
Perihnya hadirkan tangis diujung mata
Senin, 20 Oktober 2008
Langganan:
Komentar (Atom)