Berpuluh tahun aku mengenalmu… Saksi setiap kata, langkah dan tingkahmu…
Raut wajahmu, bentuk tubuhmu, ikal rambutmu, tinggi badanmu, nada suaramu, bulat matamu, penuh bibirmu…
Apakah aku mirip denganmu?
Mendengar kata demi kata teriakanmu, menyaksikan setiap kekasaranmu, lirikan sinis matamu, menerima setiap hinaanmu yang menyayat hati, menghadapi penghianatan demi penghianatanmu, bergulat memerangi ketidakyakinanmu pada Tuhanku…..
Batin ini meronta, Marah!!! Tapi hati harus bergulat untuk tetap Tegar, demi hati seorang Bunda…
Tetesan airmatanya, lirih suara keluh kesahnya, letih bahunya mengusung Dunia, rintihannya dalam doa…
Setiap hari, selalu ada pertaruhan antara tangis dan tawa…
Aku mirip siapa?
Aku berenang dari Pulau ke Pulau .. Kudaki tiap tebing tinggi..
Kucari yang tak pernah kumiliki, Kugali apa yang tak pernah kutemui…
Aku tak mau punya yang sama, hal terakhir yang aku inginkan adalah memiliki sesuatu yang rasanya sudah kukenal sebelumnya…
Dan saat ini aku telah berada di Puncak Gunung Harapan, kutancapkan bendera kemenangan…
Akhirnya kurasakan kehangatan yang tak pernah hilang dekapannya, tangan tangan yang selalu ada tuk membasuh airmata, lembut tutur kata, Manis senyuman, dan Cinta-nya, sesuatu yang hampir asing kurasakan…
Akhirnya kutemukan, lirih kubisikkan syukur dalam benak…
Namun gema caci maki tetap kudengar dari arah seberang sana…
Asaku terkubur, pandanganku padamu telah mengabur, aku hanya dapat memandangmu dari gelas gelas kaca airmataku…
Dan kini aku telah mati rasa atas sosokmu…
Rabu, 05 November 2008
Langganan:
Komentar (Atom)